NuraniNews – Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk mengembangkan bawang merah dan bawang putih sebagai salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan daerah. Potensi tersebut mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui kajian dan koordinasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pengembangan bawang harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Selain menentukan kawasan yang cocok untuk budidaya, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan teknologi, pembibitan, pemeliharaan serta kondisi lahan yang akan digunakan.
Dari sisi kebutuhan, jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 6,1 juta jiwa menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang pengembangan komoditas tersebut. Besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah dan bawang putih dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat produksi pangan dari wilayah sendiri.
Untuk memastikan langkah yang diambil tepat, Pemkab Bogor menggali pengalaman Kabupaten Majalengka sekaligus melakukan pemetaan potensi lahan. Kajian akan mencakup analisis iklim dan cuaca, kesesuaian tanah, lokasi potensial serta status lahan milik PTPN, pemerintah daerah maupun masyarakat.
Pemkab Bogor menargetkan proses tersebut dapat menghasilkan konsep pengembangan yang jelas dan terukur. Dengan melibatkan BRIN, perangkat daerah terkait serta membuka peluang kerja sama dengan Majalengka, pengembangan bawang merah dan bawang putih diharapkan dapat bergerak dari potensi awal menuju program yang lebih terencana dan berkelanjutan.(dan)








