
NuraniNews – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengembangkan pendekatan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan Budaya Ngalokat Cai di Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, upaya menjaga kelestarian alam dipadukan dengan penguatan nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat selama turun-temurun.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Jadi Bogor ke-544 tersebut diisi dengan berbagai aksi pelestarian lingkungan. Pelepasan ribuan ikan dan ratusan burung, penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, hingga penebaran eco enzyme dilakukan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa kawasan hulu memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan. Oleh sebab itu, menjaga kualitas sumber mata air dan kawasan resapan menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memperkuat peran masyarakat melalui pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan. Keberadaan forum tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai program lingkungan berbasis masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah hingga pelestarian sumber daya air.
Melalui Budaya Ngalokat Cai, Pemkab Bogor ingin membangun gerakan lingkungan yang tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan dan kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kolaborasi berbagai pihak, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan.(dan)






