
NuraniNews – Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap dampak konflik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan. Upaya ini dinilai penting di tengah kondisi dunia yang tidak menentu dan berisiko memengaruhi ketersediaan bahan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa situasi geopolitik global saat ini dapat berdampak langsung pada distribusi pangan. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk lebih mandiri dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah sebagai sumber pangan alternatif.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas pangan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan keluarga. Tanaman seperti sayuran, cabai, umbi-umbian, dan buah-buahan dapat dibudidayakan secara sederhana dan berkelanjutan.
Gerakan ini juga sejalan dengan arahan Bupati Bogor yang mendorong optimalisasi lahan kosong dan pekarangan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Selain itu, pemerintah daerah telah menghadirkan contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dalam mengelola lahan sempit.
Melalui langkah ini, Pemkab Bogor berharap setiap keluarga mampu memiliki cadangan pangan mandiri. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, ketahanan pangan daerah diharapkan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.(dan)







